Close

Login

Close

Register

Close

Lost Password

TITLE
TITLE

Bapak Kepala Madrasah: Alfiyyah Bisa Menjadi Iconic Darul Huda di Masa Mendatang

Darul Huda masih dalam rangkaian kegiatan Haflatul Imtihan Akhirassanah 2022, Khotmu Alfiyyah Ibnu Malik kali ini menjadi agenda pada malam hari ini (16/7). Peserta yang terdiri dari sebagian besar kelas 5 dan 6 MMH tersebut terlaksana di Aula Shofa Pondok Pesantren Darul Huda.

Pementasan Khotmu Alfiyyah Ibnu Malik 2022 oleh santri kelas 5 dan 6 Madrasah Miftahul Huda

Acara tersebut dimulai pukul 20.20 wib oleh Sdr. Khoirul Anam, kemudian dilanjutkan pembacaan suci al-Qur’an oleh Sdr. Mukhlisul Amin. Acara pementasan dilaksanakan setelah sambutan ketua panitia, sebanyak 36 santri putra dan 37 santri putri melafalkan nadhom-nadhom ini dengan semangat dan penuh bangga.

Dalam rangka mengimplemantasikan rasa syukur, Pondok Pesantren Darul Huda mengadakan sebuah penghargaan kepada para santri yang mampu dengan tuntas menghafalkan 1002 bait Alfiyyah Ibnu Malik dalam agenda tahunan Khotmu Alfiyyah Ibnu Malik. Agenda tahun ini merupakan generasi ke-5 ­Laskar Andalus dengan jumlah peserta adalah 73 santri sejak pertama kali diadakan tahun 2018.

“Mulanya pada tahun 2017/2018 ada desakan dari konco-konco santri untuk mengadakan khotaman Alfiyah, saya izinkan dengan syarat peserta tidak kurang dari 30 orang, akhirnya dengan mengajak teman-teman yang lain sehingga tahun pertama dapat mencapai 31 peserta”. Tegas Bapak Kepala Madrasah dalam sambutannya.

Semakin tahun jumlah peserta Khotmu Alfiyyah ini semakin banyak, sehingga hal ini menurut Bapak Kepala Madrasah cukup mengkhawatirkan tapi membanggakan,  karena besar kemungkinan tahun-tahun yang akan datang akan menggeser Khotmu al-Imrithi sebagai iconic PP Darul Huda.

KH. Ahmad Saifudin Rofi’i ketika memberikan Syahadah Mumtaz kepada salah satu peserta

Alfiyah Ibnu Malik merupakan kitab yang disusun oleh seorang ulama besar bernama Jamaludin Muhammad bin Abdulloh Bin Malik. Ia merupakan ulama kenamaan yang lahir di kota Jayyan Andalusia (Sekarang masuk dalam wilayah Spanyol). Kitab ini cukup populer dan melegenda, dikenal di belahan dunia, baik daratan timur maupun barat.

Di barat, “The Thousand Verses” nama lain dari kitab Alfiyyah Ibnu Malik dijadikan panduan utama di bidang kajian linguistik Arab. Di Indonesia, Alfiyyah Ibnu Malik juga dikaji di berbagai daerah. Pesantren-pesantren yang tersebar di wilayah Nusantara hampir tidak ada yang menyingkirkan peranan kitab ini. Semua pesantren menempatkan Alfiyah Ibnu Malik sebagai rujukan utama. Ia menjadi kitab yang paling dominan dalam studi gramatika-mortofologi Arab, tak lepas juga Pondok Pesantren Darul Huda Mayak. Acara yang turut mengundang seluruh dewan asaatidz dan Ustadzaat Mukim, guru-guru pendidik kelas 5 dan 6 MMH, serta seluruh keluarga Ndalem tersebut berjalan dengan lancar dan khidmat, sehingga tak terasa acara baru bisa diakhiri pukul sebelas malam lewat sepuluh menit setelah berdoa bersama yang dipimpin oleh KH. Abdul Adhim.

Spread the love

Share This Post

Like This Post

0

Related Posts

0
0

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Thanks for submitting your rating!
    Please give a rating.

    Thanks for submitting your comment!

    Top Reviews

    Create a review to display it here.

    Recent Comments

    Editor Picks