Close

Login

Close

Register

Close

Lost Password

TITTLE AR

TAHTIMAN AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN DARUL HUDA; WISUDA AL-QUR’AN BIL GHOIB WA BI NADHOR SANTRI PUTRI PERIODE IV

Berbeda dengan kegiatan wisuda pada tiga periode sebelumnya, tahun ini wisuda Khotmu Al-Qur’an Bil Ghoib wa bi Nadhor peride IV diadakan dengan meriah dan megah. Peserta dari wisuda khotmu al-Quran bil ghoib wa bi nadhor pada tahun ini mencapai 50 khotimat dengan perincian 14 khotimat bil ghoib dan 36 khotimat bi nadhor. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Putri Pondok Pesantren Darul Huda dan dihadiri oleh seluruh keluarga Ndalem, Kabag Kepesantrenan putra dan Kabag kepesantrenan putri PP. Darul Huda , Kepala MA, MTs, MMH, pejabat struktural yayasan,  pengurus KBIHU Al-Haromain, dewan Asatidz wal Ustadzah, serta wali santri khotimat. Adapun tamu undangan karismatik pada malam wisuda ini adalah: Romo Yai dan Ibu Nyai Musthofa Hadi Al-Hafidz Ploso Kediri, dan KH Raden Abdul Khamid Abdul Qodir Munawwir Al-Hafidz dari Bandar kidul Kediri.

Serangkaian acara kegiatan dimulai pada hari Jumat pahing, 6 Januari dan berlanjut pada malam Lailatu Tasyakur pada hari Sabtu malam Ahad, 7 januari 2023. Kegiatan Tahtiman dimulai dengan sima’an al-Quran pada hari Jum’at pahing yang memang telah menjadi kegiatan rutinan di pondok pesantren Darul Huda setiap selapan dino pisan. Hanya saja Sima’an Al-Quran pada hari tersebut memang dilaksanakan berbeda, sebab kegiatan ini tidak lain adalah untuk menyongsong pra acara Khotmul Qur’an pada besok harinya, begitulah penjelasan dari Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah ketika membuka sima’an ba’da subuh. Jika pada Sima’an Al-Quran jumat Pahing biasanya hanya dilaksanakan satu kali khataman, Sima’an Al-Quran ini dilaksanakan dengan 11 kali khataman.

            Sabtu malam Ahad, 7 januari; malam wisuda, suasana di pondok pesantren Darul Huda hampir sama dengan nuansa acara khotmu pada malam lailatut tasyakur haflatul imtihan akhirussanah pada setiap akhir tahun pembelajaran. Perlu diketahui bahwa Tahtiman Al-Qur’an tahun ini memang begitu spesial karena putri dari Romo Kyai Abdus Sami’ Hasyim yakni Ning Fina Dakirotun Najja mejadi salah satu peserta khotmu bil ghoib.

Pementasan Khotmul Qur’an Periode IV Putri

Kegiatan pada malam wisuda dimulai pukul 21.00 WIB yang sebelumnya dibuka dengan iringan sholawat gambus jalsah al Hasyimi. Susunan acara kegiatan wisuda Al-quran bil ghoib wa bi nadhor terdiri dari pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, sambutan perwakilan khotimat, pementasan dari khotimat (menghafal QS. Ad-dhuha s/d QS. An-nas, & tahlil) dilanjutkan pembacaan doa Khotmil Qur’an oleh KH. Musthofa Hadi Al-Hafidz Ploso Kediri, dan penyerahan syahadah oleh ibu Nyai Hj Lailatul Badriyah selaku pembimbing pengaosan Al-Qur’an santri putri di PP Darul Huda. Di momen inilah suasana haru kian bertambah hingga tidak sedikit dari tamu undangan maupun santri putri yang menitikkan air mata.

Beberapa sambutan juga masuk dalam rundown acara, sambutan pertama datang dari salah seorang wali khotimat yang mana beliau turut men-dawuh-i para khotimatul qur’an pada khususnya dan seluruh santri Pondok Pesantren Darul Huda Putri pada umumnya. “Ayo poro santri sekalian, mulai sekarang bukanlah waktunya untuk bandel lagi, tapi ayo kita nderek dawuhipun Yai Sami’ dalah sang Ibu Nyai Lailatul Badriyah.” Tutur beliau, Bapak Moh. Nur Huda selaku wali santri khotimat bil ghoib.

            Bapak Pengasuh, Romo KH. Abdus sami’ Hasyim juga memberikan mauidzoh hasanah dan memberi selamat serta mengutarakan rasa bangga Beliau terhadap para khotimat. KH Raden Abdul Hamid Abdul Qodir Munawwir dari Bandar Kidul yang merupakan pengasuh dari pondok Al-Munawwir Krapyak didalam mauidzohnya juga berpesan kepada para santri mengenai tanggung jawab al-qur’an. “Setidaknya ada dua hal yang perlu diperhatikan agar menghafal qur’an itu berfaedah. Yang pertama adalah membacanya dengan baik dan benar. Dan yang kedua yaitu akhlaknya harus sesuai dengan apa yang dibaca.” Salah satu dawuh beliau kepada para santri. Selain itu Beliau juga memberi penjelasan mengenai syarat-syarat belajar al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan tuntutan Rasulullah SAW yaitu:

  1. Harus punya guru dan jelas sanadnya sampai Rasulullah SAW
  2. Jangan terburu-buru, karena belajar al-Qur;an butuh waktu
  3. Istiqomah muroja’ah dan nderes bagi yang bil ghoib, istiqomah nderes bagi yang bi nadzhor
  4. Dimulai sejak kecil

Acara berakhir pada pukul 00.35 WIB. Sebagaimana yang dituturkan oleh sdri. Alfia Yuliana Putri dalam sambutannya sebagai perwakilan dari khotimat, semoga dengan diadakannya wisuda Khotmul Qur’an Bil Ghoib wa Bi Nadzhor ini dapat memberikan motivasi dan membangun semangat santri dalam mempelajari al-Qur’an. Semoga kita semua mendapat barokah dan ilmu yang bermanfaat. Dan semoga adanya Khotmul Qur’an yang dimeriahkan ini dapat menjadi pemacu semangat para santri untuk meneruskan tholabul ilmi nya hingga Khatam Al-Qur’an bin Nadzor ataupun bil Ghoib di Pondok Pesantren Darul Huda. Aamin.

Spread the love

Share This Post

Like This Post

0

Related Posts

0
0

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Thanks for submitting your rating!
    Please give a rating.

    Thanks for submitting your comment!

    Top Reviews

    Create a review to display it here.

    Recent Comments

    Editor Picks