
Di dalam Kitab Ihya’ ‘Ulumiddin dijelaskan sabda Rasulullah SAW:
وَقَالَ ﷺ: دَعْوَةُ الْوَالِدَةِ أَسْرَعُ إِجَابَةً، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلِمَ ذَاكَ؟ قَالَ: هِيَ أَرْحَمُ مِنَ الْأَبِ
Rasulullah SAW bersabda: “Doa seorang ibu lebih cepat dikabulkan.”
Kemudian ditanyakan, “Wahai Rasulullah, mengapa demikian?”
Beliau menjawab, “Karena ibu lebih memiliki rasa belas kasih dibandingkan ayah.”
Pada saat Ngaji Kitab Ihya’ ‘Ulumiddin pagi hari bersama Romo KH. Abdussami’ Hasyim, beliau menjelaskan, biasanya ibuk lebih belas kasihan daripada ayah, yang namanya biasanya ya tidak semua begitu.
Termasuk ibuk yang tidak belas kasihan terhadap anaknya ialah :
- Bukan semata-mata ibu yang tidak memberikan sangu (uang jajan), melainkan ibu yang tidak mengajarkan adab dan tata krama kepada yang lebih tua dan lebih agung; tidak menanamkan nilai keikhlasan, kesabaran, dan qana’ah; bahkan justru mengajarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan akhlak tersebut.
- Ibu yang membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak lainnya, di mana sebagian anak diberikan fasilitas lebih, sementara yang lain diperlakukan secara tidak seimbang.
Melalui penjelasan ini, dapat dipahami bahwa kasih sayang sejati seorang ibu bukan hanya tercermin dalam pemenuhan kebutuhan materi, tetapi lebih penting lagi dalam pendidikan akhlak dan pembentukan karakter anak.
Ponorogo, Kamis, 5 Februari 2026 M / 17 Sya’ban 1447 H
Pondok Pesantren Darul Huda Mayak
Penulis : M. Ihsan Shiddiq
Pon. Pes. Darul Huda Mayak