KEUTAMAAN & AMALAN PADA BULAN RAJAB

    Berdasarkan hasil rukyah dari pengurus besar Nahdlatul Ulama, awal bulan Rajab adalah Senin Pon 22 Desember 2025 M (Mulai malam Senin).

1. KEUTAMAAN BULAN RAJAB

Di dalam kitab Kanzun Najah was Surur, karya Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds al-Makki, beliau menjelaskan;

Ketahuilah bahwa bulan Rajab adalah bulan yang utama, dan ibadah di dalamnya memiliki pahala yang besar, khususnya berpuasa, memohon ampun, serta bertaubat dari dosa-dosa. Pada malam pertama bulan tersebut doa dikabulkan, sehingga dianjurkan untuk berdoa.

Rasulullah saw. bersabda:

قال رسول الله ﷺ: خَمْسُ لَيَال لا تُردّ فيهنَّ الدَّعْوَةُ: أَوَّلُ لَيْلَة مِنْ رَجَب، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبانَ، وَلَيَلةُ الجُمُعَةِ، وَلَيْلَةُ الفِطْرِ، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ». ابن عساكر عن أبي أمامة

 “Ada lima malam yang doa tidak ditolak di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam pertengahan bulan Sya‘ban, malam Jumat, malam Idul fitri, dan malam Idul adha.”

قَالَ رسول الله ﷺ: رَجَبُ شَهْرُ اللَّهِ، وَشَعْبَانُ شَهْرِي، وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي. أَخْرَجَهُ فِي الْجَامِع

 “Rajab adalah bulan Allah, Sya‘ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”

Para ulama berkata: “Rajab adalah bulan istighfar (memohon ampunan); Sya‘ban adalah bulan (memperbanyak) membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw. dan Ramadhan adalah bulan (memperbanyak membaca) Al-Qur’an. Maka, bersungguh-sungguhlah kalian dalam bulan Rajab, karena ia adalah musim perdagangan (amal). Makmurkanlah waktu-waktu kalian di dalamnya, sebab ia adalah masa pembangunan (ibadah). Barang siapa termasuk para pedagang (amal kebaikan), maka sungguh musim-musim itu telah datang; dan barang siapa sakit oleh dosa-dosa, maka sungguh obat-obatnya telah tersedia.”

2. AMALAN DI BULAN RAJAB

A. Doa malam pertama bulan Rajab

       Sayyidī al-Quthb ar-Rabbānī, Syekh ‘Abdul Qādir al-Jailānī  menyebutkan dalam kitabnya Al-Ghunyah  bahwa di antara doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam pertama bulan Rajab adalah doa berikut ini:

إِلهِي تَعَرَّضَ لَكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُوْنَ، وَقَصَدَكَ الْقَاصِدُوْنَ، وَأَمَّلَ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ الطَّالِبُوْنَ؛ وَلَكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ نَفَحَاتٌ وَجَوَائِزُ، وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ، تَمُنُّ بِهَا عَلَى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ، وَتَمْنَعُهَا مِمَّنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ، وَهأَنَذَا عَبْدُكَ الْفَقِيْرُ إِلَيْكَ، الْمُؤَمِّلُ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ، فَإِنْ كُنْتَ يَا مَوْلَايَ تَفَضَّلْتَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، وَجُدْتَ عَلَيْهِ بِعَائِدَةٍ مِنْ عَطْفِكَ، فَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ، وَجُدْ عَلَيَّ بِطَوْلِكَ وَمَعْرُوْفِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

B. Memperbanyak Istighfar

     Syaikh Wahb bin Munabbih ra. berkata : “Bahwa seluruh sungai di dunia mengunjungi Zamzam pada bulan Rajab sebagai bentuk pengagungan terhadap bulan tersebut. Aku membaca dalam kitab-kitab Allah Swt. yang diturunkan, bahwa barang siapa memohon ampun kepada Allah Swt. pada bulan Rajab, pada waktu pagi dan petang, dengan mengangkat kedua tangannya seraya mengucapkan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

sebanyak 70 kali, maka api neraka tidak akan menyentuh kulitnya.

Dan jangan lupa untuk memperbanyak membaca  Sayyidul Istighfar  yang bersumber dari Rasullulah Saw.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي؛ فإنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلّا أَنْتَ

Dibaca 3 kali, pagi & sore

C. Puasa Rajab

           Disunahkan berpuasa mulai tanggal 1 sampai tanggal 10 Rajab.

Ketika tidak bisa melakukanya 10 hari, maka cukup berpuasa pada tanggal 1 Rajab atau berpuasa pada tanggal 10 Rajab.

Pada tanggal 10 disunahkan untuk berpuasa, karena menghormati Lahirnya Nur Nabi Muhammad Saw. yang keluar dari ayah beliau (Sayyid Abdullah), kemudian masuk ke dalam rahimnya ibu beliau (Siti Aminah).

Dawuhipun Mbah Maimoen Zubair Sarang : “Apik elek’e wong iku di delok bulan rejeb. Tandane apik iku gelem Poso, contone poso rejeb tanggal 1 sampek tanggal 10. Sunahe 10 dino. Guru-guru kulo ngelakoni  niki. Nek gak iso, sedino lah, antara tanggal 1 utowo tanggal 10.

Poso sedino bulan rejeb dijanjikno melebu suwargo, iku mulyane bulan rejeb. Dawuhipun kanjeng Nabi :

مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ رَجَبَ سَقاهُ الله شَرابًا أَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ وأَبْيَضُ مِنَ اللَّبَن وأَطْيَبُ مِنَ المِسْكِ

Wong gelem Poso sedino ing ndalem bulan rejeb, mongko kaleh gusti Allah diparingi inuman sok teng suwargo, luweh manis daripada madu, luweh putih daripada susu, luweh wangi daripada minyak misik”

D. Memperbanyak Doa

      Disunahkan memperbanyak do’a ini pada bulan Rajab

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

E. Amalan Jumat terakhir bulan Rajab

      Di antara faedah (amalan) Syekh ‘Ali al-Ajhūrī ra., sebagaimana disebutkan dalam biografinya di kitab Khulāṣat al-Atsar,

bahwa barang siapa membaca pada Jumat terakhir bulan Rajab ketika khatib berada di atas mimbar ucapan (membaca dengan tidak mengeraskan suara) :

 أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

sebanyak 35 kali, maka uang tidak akan terputus dari tangannya pada tahun tersebut.

Sumber : Kitab Kanzun Najah was Surur, karya Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds, hlm. 53

Penulis : M. Ihsan Shidiq (Kang Santri)

Check Also

Ribuan Santri dan Masyarakat Khusyuk Ikuti Sholat Sunnah Rajab di Masjid Manarul Huda Mayak

Suasana Pelaksanaan Amaliyah Rojabiyah Tahun 2025 M / 1447 H PONOROGO – Suasana religius menyelimuti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *