
PONOROGO – Ribuan santri, alumni, masyarakat, serta jajaran pejabat pemerintah dan kepolisian memadati Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Ponorogo, pada Senin (6/4) malam. Mereka hadir untuk mengikuti peringatan Haul ke-23 Al-Maghfurlah KH. Hasyim Sholeh, pendiri Ponpes Darul Huda Mayak.
Sejumlah ulama turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya KH. Abdul Qoyum Mansur, Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, KH. Lukman Harits Dimyati, KH. Cholil Nawawi Suyuti, KH. Abdussami’ Hasyim, KH. Abdul Adhim Hasyim, serta KH. Abdul Wachid Hasyim.


Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.30 WIB dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. Abdul Adhim Hasyim. Suasana berlangsung khidmat saat dilanjutkan dengan pembacaan Ummul Kitab serta lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, meskipun sempat diguyur rintik hujan di awal acara.
Puncak kegiatan diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Abdul Qoyum Mansur dan Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj. Dalam ceramahnya, KH. Abdul Qoyum Mansur menekankan bahwa kemuliaan manusia dapat diraih melalui ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu akal. Ia menjelaskan bahwa orang berilmu akan diangkat derajatnya di mana pun berada, sebagaimana dicontohkan oleh Ashabus Suffah yang tetap mulia meski hidup dalam keterbatasan.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga reputasi bagi seorang ulama agar tidak tergolong sebagai ulama su’. Kedekatan dengan orang alim juga menjadi salah satu jalan meraih kemuliaan, sebagaimana yang dijalani para santri dalam berkhidmat kepada kiai. Ia juga mengajak para hadirin untuk senantiasa mendoakan guru dan kiai karena doa tersebut diyakini mampu mengangkat derajat seseorang, bahkan hingga keturunannya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Said Aqil Siroj menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren sebagai benteng moral dan spiritual umat. Ia mengajak para santri dan masyarakat untuk terus berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat, toleran, dan seimbang dalam menyikapi perkembangan zaman.

Ia juga mengingatkan bahwa keberkahan ilmu tidak hanya terletak pada kecerdasan, tetapi juga pada adab kepada guru serta keikhlasan dalam menuntut ilmu. Menurutnya, sosok KH. Hasyim Sholeh merupakan teladan dalam menjaga nilai-nilai tersebut, sehingga warisan perjuangannya perlu terus dilanjutkan oleh generasi penerus.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj. Meski sempat terkendala cuaca di awal acara, seluruh rangkaian haul berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan hingga selesai.
Penulis : M. Ihsan Shiddiq
Fotografer : M. Adli Ramadhan; Ahmad Mursyid
Pon. Pes. Darul Huda Mayak