Tawakal dalam mengarungi kehidupan : Pesan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak dalam Peringatan Nuzulul Quran

Pada Jumat malam Sabtu, 6 Maret 2026 M, bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H, Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo mengadakan acara peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penutupan kegiatan Pondok Ramadan 1447 H. Acara ini dihadiri oleh seluruh masyayikh, para asatidz dan ustadzat, serta seluruh santri putra dan putri Pondok Pesantren Darul Huda Mayak.

Peringatan Nuzulul Qur’an pada malam 17 Ramadan merupakan tradisi yang sudah tidak asing lagi di kalangan umat Islam. Dasar dari peringatan ini merujuk pada firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Sekitar pukul sembilan malam, acara dimulai dengan rangkaian kegiatan sebagaimana lazimnya, yaitu pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, sambutan lurah pondok, mau‘izhah hasanah, dan diakhiri dengan doa. Dalam sambutannya, lurah pondok melaporkan bahwa kegiatan Pondok Ramadan 1447 H meliputi 86 kajian umum putra, 8 kajian klasikal putra, 83 kajian umum putri, serta 7 kajian klasikal putri, yang diikuti oleh sekitar 5.800 santri. Kegiatan tersebut bertempat di berbagai lokasi di lingkungan Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, seperti serambi masjid, Aula Shofa, Aula Ji’ronah, serta berbagai ruang kelas madrasah.

Romo K.H. Abdus Sami’ Hasyim dalam mau‘izhah hasanahnya mengingatkan tentang peristiwa Perang Badar, ketika Rasulullah Saw. bersama 313 sahabat harus menghadapi sekitar seribu pasukan kafir Quraisy. Menurut beliau, tanpa keimanan yang kuat kepada Allah Swt., tentu para sahabat tidak akan berani menghadapi situasi tersebut.

“Tawakal kepada Allah Swt. dalam menjalani kehidupan adalah sesuatu yang sangat penting. Alumni pesantren yang kembali ke masyarakat untuk mengurus masjid atau musala hendaknya memperkuat tawakal kepada Allah. Dengan tawakal yang kuat, insyaallah segala urusan akan dimudahkan tanpa harus bergantung pada proposal atau terlalu berharap kepada manusia,” pesan beliau dalam tausiyahnya.

Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu di pondok pesantren memiliki banyak keberkahan. Keberkahan itulah yang kelak akan menata kehidupan seseorang. Allah Swt. adalah Sutradara Yang Maha Agung yang mengatur jalan hidup hamba-Nya. Terkadang seseorang bertanya-tanya, untuk apa menghafal kitab seperti Jurumiyah atau Imrithi. Namun sesungguhnya, di balik semua itu terdapat keberkahan besar yang akan dirasakan dalam kehidupan.

Dengan penuh kekhusyukan, acara peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penutupan Pondok Ramadan 1447 H pun berakhir dengan doa, memohon keberkahan ilmu serta keberkahan hidup bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Darul Huda Mayak.

Penulis : M. Ihsan Shiddiq
Fotografer : M. Adli Ramadhan

Check Also

Ikhtiar Menjemput Ramadhan: Laporan Rukyatul Hilal di Ponpes Darul Huda Mayak

PONOROGO – Gema shalawat dan ketegangan yang penuh khidmat menyelimuti pelataran observasi di Pondok Pesantren …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *