Peringati Haflah Akhirussanah, 157 Santri Ponpes Darul Huda Mayak Ikuti Khotmu Alfiyyah 2026

Khotmu Alfiyyah Ibnu Malik kelas 5 dan 6 Madrasah Miftahul Huda

PONOROGO – Pondok Pesantren Darul Huda Mayak kembali menggelar prosesi Khotmu Alfiyyah pada Selasa, 7 Juli 2026. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian agenda eksternal Haflah Akhirussanah ini berlangsung khidmat dan tertib di area pesantren.

Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2018, agenda Khotmu Alfiyyah di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak terus mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas setiap tahunnya. Pada tahun ini, prosesi kelulusan hafalan kitab nahwu monumental tersebut diikuti oleh 157 peserta yang terdiri dari santri putra dan putri kelas 5, kelas 6, serta kelas takhasus Madrasah Miftahul Huda.

Acara sakral ini dihadiri langsung oleh jajaran dewan masyayikh, asatidz dan ustadzah mukim, perwakilan santri sebagai nadzirin, serta para wali santri dari seluruh peserta khotimin dan khotimat yang datang dari berbagai daerah.

Rangkaian Acara dan Prosesi

Sebelum memasuki acara inti, panggung pra-acara terlebih dahulu diisi oleh penampilan memukau dari kelompok nasyid santri putri. Setelah itu, acara inti dibuka secara resmi dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari perwakilan panitia pelaksana.

Memasuki acara utama, para peserta menampilkan pementasan Khotmu Alfiyyah Ibnu Malik di hadapan tamu undangan dan penonton melalui live streaming. Setelah prosesi pementasan rampung, dilakukan penyerahan syahadah (ijazah) kepada seluruh peserta khotimin dan khotimat sebagai tanda bukti kelulusan hafalan 1.002 bait nadham tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Madrasah Miftahul Huda, sebelum akhirnya memasuki sesi mauidzah hasanah (nasihat agama) yang disampaikan langsung oleh Pimpinan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Romo K.H. Abdussami’ Hasyim.

Filosofi Perjuangan Menghafal Alfiyyah

Dalam mauidzah-nya, Romo K.H. Abdussami’ Hasyim menyampaikan nasihat mendalam mengenai esensi dan perjuangan di balik menghafal kitab Alfiyyah. Beliau menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan para santri dalam menguasai bait-bait tersebut adalah kesiapan untuk kangelan (bersusah payah) dan rekoso (prihatin).

Menurut beliau, proses menghafal tidak pernah lepas dari berbagai ujian, baik berupa cobaan fisik seperti badan yang sakit, orang tua yang jatuh sakit, hingga urusan finansial seperti bekal yang semula lancar menjadi tersendat. Keberhasilan melewati segala dinamika ujian itulah yang dinilai patut dirayakan melalui tasyakuran sebagai wujud rasa syukur sekaligus pelecut motivasi.

Mauidhoh Hasanah oleh Romo KH. Abdus Sami’ Hasyim
(Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak)

Lebih lanjut, K.H. Abdussami’ Hasyim mengingatkan para khotimin dan khotimat agar tidak lekas berpuas diri. Beliau mengibaratkan hafalan Alfiyyah yang telah diraih barulah sebatas sebuah kunci. Sementara itu, gudang yang sebenarnya adalah ilmu-ilmu pengetahuan lain seperti mantiq, balaghah, usul fikih, dan lain sebagainya. Adapun isi sesungguhnya dari ilmu tersebut adalah saat para santri berkhidmat dan memberikan manfaat langsung di tengah masyarakat.

Beliau berpesan agar santri tidak sekadar bangga membawa “kunci” tersebut ke sana kemari tanpa pernah membuka gudang ilmunya. Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh santri untuk tidak pernah malu memperlihatkan identitas kesantriannya dan harus selalu menjadi pelopor dalam menebar kebaikan.

Seluruh rangkaian acara Khotmu Alfiyyah ini berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, lalu resmi ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K.H. Abdul Adzim Hasyim.

Penulis : M. Ihsan Shidiq

Fotografer : M. Adli Ramadhan

Check Also

Khotmu Al-Imrithi Darul Huda Mayak Ponorogo: Luluskan 700 Santri, Dihadiri KH. Abdul Ghofur Maimoen

Suasana Lailatut Tasyakkur wa Khotmul Imrithy tahun 2026 PONOROGO – Suasana khidmat bercampur takjub menyelimuti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *