
Mayak, Senin (1/6/2026) — Ikatan Alumni Darul Huda Mayak (IKADHA MAYAK) menggelar Penerimaan Anggota Baru dan Pelantikan Pengurus Angkatan 2026 yang diikuti 813 alumni kelas XII MA Darul Huda Mayak. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, KH. Abdussami Hasyim, dewan masyayikh, Pembina IKADHA MAYAK, pengurus pusat IKADHA MAYAK, serta wali kelas XII MA Darul Huda.
Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan prosesi penerimaan anggota baru IKADHA MAYAK yang ditandai dengan pemakaian jas almamater oleh Dewan Masyayikh, KH. Abdul Adzim dan KH. Abdul Wachid, kepada perwakilan calon alumni sebagai simbol resmi bergabungnya mereka ke dalam keluarga besar alumni Darul Huda.
Selanjutnya, seluruh anggota baru mengikuti pembacaan Ikrar Komitmen Alumni yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Syafii, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Pengurus Angkatan 2026 yang dipandu oleh Dr. Nasruddin, M.Pd.I.
Sebagai ungkapan syukur dan simbol keberlanjutan spirit perjuangan Darul Huda, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda. Potongan tumpeng diserahkan kepada H. Umar Salim, M.Pd.I. selaku Kepala MA Darul Huda dan Pembina IKADHA MAYAK, kemudian diteruskan kepada Ketua IKADHA MAYAK Angkatan 2026 sebagai simbol estafet spirit, amanah, dan harapan dari para masyayikh kepada generasi alumni yang akan melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua IKADHA MAYAK Angkatan 2026 menyampaikan komitmen untuk menjadikan organisasi alumni sebagai wadah kolaborasi, penguatan ukhuwah, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan almamater.
Sementara itu, H. Umar Salim, M.Pd.I., selaku Kepala MA Darul Huda sekaligus Pembina IKADHA MAYAK, menekankan pentingnya menjaga ta’alluq atau hubungan batin dengan para muassis, masyayikh, dan almamater. “Jangan pernah meragukan sanad Pondok Mayak. Hubungan dengan para guru dan almamater bukan hanya hubungan administratif, tetapi hubungan ruhani yang harus terus dijaga sepanjang hayat,” tegasnya.
Ketua Umum IKADHA MAYAK dalam sambutannya menegaskan bahwa alumni tidak boleh tercerabut dari akar yang telah membesarkannya. “Alumni harus tetap berkhidmah kepada Ma’had Darul Huda. Organisasi alumni ini ibarat sebuah tubuh besar, sementara setiap anggota adalah sel-sel kehidupan yang menentukan sehat dan kuatnya organisasi. Ketika setiap sel hidup dan berfungsi dengan baik, maka organisasi akan tumbuh dan memberi manfaat yang lebih besar.”
Puncak acara diisi dengan mau’idhah hasanah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, KH. Abdussami Hasyim. Dalam nasihatnya, beliau meneguhkan kembali ghirah dan spirit kesantrian dengan mengisahkan ketulusan serta keikhlasan Muassis Darul Huda, KH. Hasyim Sholeh.
Beliau menuturkan bagaimana Mbah Hasyim menjalani hidup dengan penuh keikhlasan tanpa menginginkan kebaikannya diketahui banyak orang. Salah satu ujian yang pernah beliau alami adalah ketika mendapat perintah dari guru spiritualnya, Gus Miek, untuk menghentikan pengajian Kitab Ihya’ Ulumiddin. Namun, beliau tetap istiqamah mengajarkannya hingga akhir hayat. Karena keteguhannya itu, beliau kemudian memperoleh doa dan pengakuan dari Gus Miek di hadapan ribuan jamaah Simaan Al-Qur’an.
“Darul Huda hari ini adalah pancaran nur Mbah Hasyim. Karena itu, alumni harus memiliki jiwa istiqamah bil mahabbah; istiqamah dalam cinta kepada Allah, Rasulullah, para masyayikh, dan perjuangan Darul Huda,” pesan beliau.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi para alumni, pengurus yang baru dilantik, serta keberlangsungan perjuangan Darul Huda pada masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, IKADHA MAYAK kembali meneguhkan perannya sebagai wadah yang menghubungkan alumni dengan akar nilai Darul Huda, memperkuat ukhuwah, dan membangun jejaring kemanfaatan yang terus tumbuh lintas generasi.
Pon. Pes. Darul Huda Mayak